SCP-9658
Objek#: 9658
Level5
Kelas Penanganan:
euclid
Kelas Sekunder:
none
Kelas Gangguan:
keneq
Kelas Risiko:
caution

500px-The_Fiery_Ascension_of_the_Prophet_Elijah._Novgorod_School_of_Icon_Painting%2C_late_1400s.jpg

Ikon yang menggambarkan Nabi Elia diangkat ke surga dengan kereta kuda berapi.

Prosedur Penanganan Khusus: Semua desa yang memiliki gereja Kristen Ortodoks dengan letak dalam radius 50 kilometer dari Wierszalin akan dianggap sebagai wilayah yang berpotensi mengalami resurjensi. Setiap tahun, seorang agen Yayasan harus ditugaskan di seluruh area yang berpotensi mengalami resurjensi selama periode 50 hari, mulai dari Paskah Ortodoks hingga Hari Trinitas. Dalam masa tersebut, mereka harus menghadiri Liturgi Ilahi dan menggunakan kedok sebagai pemeluk kristen Ortodoks baru demi menjalin hubungan dengan anggota jemaat lainnya serta para rohaniwan. Manifestasi SCP-9658 biasanya didahului oleh:

  • Peningkatan pesat dalam penghormatan terhadap Nabi Elia.
  • Munculnya ikon Kereta Berapi di dalam gereja secara tidak terjelaskan.
  • Diskusi terkait pembangunan "Ibu Kota Dunia" dan "Surga di Bumi".
  • Khotbah tentang Akhir Zaman.
  • Kabar angin tentang terlihatnya sesosok"orang suci" di daerah tersebut.

Apabila fenomena yang disebutkan di atas teramati, agen harus segera melaporkan kondisi area yang ditugaskan kepada tim kendali SCP-9658 dan meninggalkan area tersebut dalam waktu 24 jam. Setiap orang yang dilaporkan telah melakukan kontak dengan SCP-9658 harus ditangani sesuai dengan Protokol Wierszalin.

Deskripsi: SCP-9658 adalah sesosok entitas berulang yang memanifestasikan diri sebagai seorang lelaki Kaukasia lanjut usia dan memiliki pengetahuan balik Selubung yang diklasifikasikan dalam tingkat izin Level 5. Penampakan SCP-9658 yang tercatat pertama kali terjadi pada tahun 1936 ketika entitas tersebut mengunjungi sejumlah permukiman di Polandia Timur dan mendorong penduduk setempat untuk membangun "Ibu Kota Dunia" sebelum datangnya "kiamat". Pembangunan sebuah desa bernama Wierszalin dimulai pada tahun yang sama; namun, pada tahun 1939, pihak berwenang setempat menangkap SCP-9658 karena memimpin pembangunan sebuah kuil tanpa izin. Permukiman tersebut tak lama kemudian ditinggalkan.

Pada tahun 2014, entitas tersebut mulai memanifestasikan dirinya dalam radius lima puluh kilometer dari reruntuhan Wierszalin, baik di sisi perbatasan Belarus maupun Polandia. Meskipun SCP-9658 menampakkan diri kepada warga sipil dan secara sukarela membagikan informasi rahasia, entitas tersebut selalu menghilang sebelum operasi penangkapan dapat dilaksanakan. Metode baru untuk menahan SCP-9658 saat ini sedang dikembangkan Prosedur Penanganan Khusus.

Insiden W9658: Pada tanggal 1 Juni 2024, agen Yayasan [DISUNTING] gagal melaporkan fenomena yang mendahului manifestasi SCP-9658 di area N58, yang merupakan lokasi potensi kemunculan kembali entitas tersebut. Pada saat itu Agen tersebut lebih mengutamakan perasaan pribadi dan keyakinan agamanya serta memperoleh informasi yang diklasifikasikan sebagai izin akses Level 5 setelah melakukan kontak tanpa izin dengan SCP-9658.1

Sesuai dengan Protokol Wierszalin, [DISUNTING] sepenuhnya diamnestik, dipindahkan ke Minsk, dan diberi nama Alexander Petrov. Ingatan barunya mencakup:

  • Selalu tinggal di Minsk, Belarus.
  • Bekerja purnawaktu di jaringan restoran cepat saji.
  • Tidak memiliki keinginan untuk menjalani gaya hidup lain.
  • Tidak memiliki hubungan dengan Kekristenan Ortodoks.
  • Memiliki seorang sahabat seumur hidup, Nikolai Kormov, tempatnya mencurahkan isi hati.

Laporan Pasca-Insiden: Pada tanggal 2 Agustus 2025, Agen Nikolai Kormov menyerahkan rekaman audio percakapannya dengan Alexander Petrov.

Petrov: Aku tidak bisa lagi tinggal di kota sialan ini. Seharusnya aku tidak berada di sini… Aku tidak pantas berada di sini.

Petrov menatap botol vodka yang tinggal setengah isinya..

Agen Kormov: Ada apa, Sasha? Dulu kamu lebih sering tersenyum saat masih di sekolah.

Agen Kormov dengan ringan menampar punggung Petrov.

Petrov: Sulit rasanya bernapas saat di luar. Saat bekerja, aku terus-menerus lupa pesanan pelanggan.

Agent Kormov: Kamu senang bekerja di sana, bukan?

Petrov: Dulunya… tapi sekarang aku berpikir untuk berhenti…

Agent Kormov: Kenapa? Pekerjaannya stabil dan tempatnya dekat dengan rumah.

Petrov melirik foto orang tua barunya di dinding..

Petrov: Rumah… Rasanya begitu mudah untuk sekadar minum dan menonton TV setelah sif, saat tak ada seorang pun yang menyuruh-nyuruhku.

Agent Kormov: Ayolah, nasib orang lain jauh lebih buruk. Kamu punya pekerjaan dan teman untuk minum bareng.

Agen Kormov berpura-pura meminum satu sloki.

Agent Kormov: Apakah kamu ada waktu luang besok? Ayahku baru saja membuat lagi moonshine buatannya sendiri.

Petrov: Aku lebih memilih untuk tidak minum-minum di hari Sabtu… Esoknya, aku selalu bangun tengah hari dan merasa seolah-olah melewatkan sesuatu yang seharusnya tidak kulewatkan.

Petrov menatap ke arah sudut ruangan yang kosong.2

Petrov: Rasanya seperti aku harusnya pergi ke suatu tempat—

Agen Kormov: Pergi ke mana? Kapan terakhir kali kamu ingin bangun tidur di akhir pekan?

Petrov menekan kepalan tangannya ke pangkal hidungnya..

Petrov: Kamu mungkin akan menganggapku gila, tapi aku sering bermimpi berjalan melintasi padang rumput hijau saat matahari terbit: burung-burung berkicau, embusan angin segar menerpa wajahku. Aku memasuki sebuah gereja kayu…

Agen Kormov: Gereja? Memangnya kamu suka gereja? Ingat waktu kita merencanakan pesta dan nenekmu yang gila itu mencoba membuatmu—

Petrov: Kurasa aku tidak suka gereja. Hanya saja, dalam mimpi itu, orang-orangnya sangat baik. Kami minum teh, lalu aku membantu mereka mencabut rumput liar dan memberi makan ternak. Kemudian, mereka mengajakku ke gereja.

Agen Kormov: Desa itu membosankan dan isinya orang-orang seperti nenekmu.

Petrov: Entahlah. Aku selalu senang melihat mimpi ini, tapi aku terus terbangun sebelum sempat masuk ke dalam gereja… Andai saja kemarin mimpi itu juga berakhir di situ.

Petrov mencoba minum dari gelas sloki yang kosong..

Petrov: Aku melihat ikon kereta perang yang berkobar di depan altar, lalu melarikan diri. Aku duduk sambil terisak di bawah pohon sampai seorang pria tua datang dan memelukku. Kukatakan padanya bahwa aku tak lebih dari seorang Yudas yang hina, bahwa aku tidak layak untuk melihatnya!

Agen Kormov duduk tegak di kursinya.

Petrov: Senyum hangatnya saat ia menghapuskan dosa-dosaku… Senyum itu tetap ada, bahkan ketika ia mengabarkan bahwa Akhir Zaman telah tiba. Ia memanggilku ke sebuah kota tanpa dosa, tempat kami akan membangun kuil dari batu putih bersih dan kubah emas murni.3 Kami akan menghiasinya dengan mural yang menggambarkan segala mukjizat Tuhan, dan menara lonceng yang meliuk akan membawa nyanyian kami hingga ke Langit Ketujuh… Bahkan saat kawanan belalang menyerbu Bumi dan sang hewan yang menakutkan bangkit dari lautan, Tuhan akan melindungi kuil itu; Ia akan membawanya ke surga, bersama dengan Ibu Kota Dunia.

Agen Kormov: Kaum beriman selalu memercayai hal-hal yang paling aneh.

Petrov: Dia terus bercerita betapa bahagianya semua orang di surga… Dia bahkan tidak ingat apa pun sampai…

Alexander Petrov memeluk Agen Kormov dan berbisik di bahunya..

Petrov: Sampai dia mengangkat jubahnya dan… Ya Tuhan, luka-luka itu.

Alexander Petrov mulai terisak..

Petrov: Dia datang untuk menyelamatkan kita, namun mereka mengirim regu tembak ke dalam selnya. Dia adalah satu-satunya orang yang memasuki Surga tanpa mengalami kematian, tetapi mereka membunuhnya.

Agen Kormov melepaskan diri dari cengkeraman Petrov dengan hati-hati dan menggeser kursinya menjauh.

Agen Kormov: Mimpi itu aneh ya, Kawan?

Petrov: Aku melihat Nabi Elia menangis, meratapi apa yang telah kita perbuat terhadap dunia ini. Ia kembali ke surga, namun gerbangnya tertutup. Para kerub tidak bernyanyi, jiwa-jiwa tidak bersukacita. Tidak ada orang suci ataupun malaikat, tidak ada Tuhan…

Alexander Petrov berdiri dan terhuyung-huyung menuju jendela yang terbuka, menyeka air matanya dengan kemejanya..

Petrov: Tidak akan ada Akhir Zaman. Ibu Kota Dunia tidak akan dibangun, tidak akan naik ke angkasa; Wierszalin akan membusuk di sini, bersama kita.

Alexander Petrov memandang ke bawah ke arah jalan yang ramai.

Petrov: Tuhan duduk terkunci di dalam sel putih yang dalam–-

Agen Kormov: Sudahlah, kamu sudah cukup minum hari ini. Ayo, aku antar kamu untuk tidur.

Agen Kormov membantu Petrov untuk berjalan.

Petrov: Aku lelah. Aku ingin pergi ke surga, sungguh. Hanya saja, aku berharap tempat itu tidak kosong…

Kesimpulan Insiden: Protokol Wierszalin terbukti tidak efektif dalam kasus Alexander Petrov. Subjek menunjukkan resistensi kuat terhadap amnestik serta mengalami pemulihan ingatan yang telah dihapus secara bertahap. Agen Kormov melaporkan bahwa subjek merasa tidak puas dengan gaya hidup yang ditetapkan baginya dan mengalami penderitaan mental yang hebat. Permintaan netralisasi telah diteruskan ke Komite Etik.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License