SCP-088-ID
rating: +6+–x

ATAS PERINTAH DARI DEWAN O5
Dokumen berikut terbatas untuk Level 4/088
AKSES TANPA IZIN AKAN DITINDAKLANJUTI.
088
Objek#: 088-ID
Level4
Kelas Penanganan:
aman
Kelas Sekunder:
none
Kelas Gangguan:
dark
Kelas Risiko:
critical


Prosedur Penanganan Khusus: Seluruh sampel SCP-088-ID disimpan dengan aman di dalam penyimpanan prioritas di ruang penyimpanan anomali kelas Aman. Akses hanya diperbolehkan bagi personel yang telah mendapat izin dari Direktur Situs dan hanya untuk keadaan darurat dan pengujian semata.

Setelah pemberian SCP-088-ID, subjek bisa diberi amnestik segera untuk mengurangi agresivitas. Jikalau subjek merupakan personel Yayasan selain Kelas-D, mereka harus diobservasi, dengan rekan dekat mereka yang mengidap intoleransi laktosa dipindahkan ke lokasi berbeda dari subjek. Eksistensi SCP-088-ID tidak diperbolehkan diketahui oleh personel dengan Izin Akses Level 3 ke bawah. Penggunaan SCP-088-ID dilarang keras.

Deskripsi: SCP-088-ID merupakan produk susu murni dengan kemasan berwadah gelas yang diproduksi secara anomalus sekitar pertengahan tahun 1999 sampai awal tahun 2000.

SCP-088-ID tidaklah berbeda dari susu murni lainnya dari segi warna dan rasa, tetapi ia memiliki ketahanan abnormal di luar ruangan, bahkan tanpa suhu ideal. Ia juga tidak memiliki kandungan spesimen bakterial berbahaya di dalamnya. Lebih tepatnya, ia mampu mengeliminasi bakteri berbahaya bagi tubuh dan menjaga dirinya tetap higienis.

Komposisi internal SCP-088-ID mengandung komponen standar seperti laktosa, protein, mineral dan vitamin. Tetapi ia juga memiliki konsentrasi tinggi komponen pendukung pertumbuhan seperti IGF-1, EGF, VEGF, PDGF, dan TGF-β sebesar ±1.25 µg per gelas(250 ml). Ini membuatnya mampu memberikan kemampuan regenerasi poten pada tubuh dalam waktu singkat. Normalnya ini memicu kemungkinan pertumbuhan sel liar, tetapi efek SCP-088-ID dirancang dengan seksama agar mampu mematikan kinerjanya setelah semua luka terawat.

Efek SCP-088-ID hanya mampu mengatasi luka yang baru yang masih terbuka. Luka yang sudah ditutup terlebih dahulu oleh tubuh sebelum konsumsi tak bisa diregenerasikan olehnya. SCP-088-ID juga tidak mampu meregenerasi otak sedikitpun. Ini menyebabkan kemungkinan regenerasi jika subjek sudah tewas tidaklah memungkinkan.

Subjek yang mengonsumsi SCP-088-ID akan menyatakan mereka menyukai rasanya. Meskipun komposisinya secara kasar diketahui, kemungkinan SCP-088-ID memiliki properti adiktif sehingga subjek yang meminumnya akan merasakan gejala sakau. Ini dapat ditangani secara instan dengan amnestik, tetapi entah kenapa subjek selalu memiliki preferensi minuman berupa susu setelahnya meskipun bukan SCP-088-ID. Subjek diberi designasi SCP-088-ID-1 karena ini.

SCP-088-ID-1 jika tidak diberi amnestik akan memiliki fanatisme tinggi terhadap produk susu, termasuk SCP-088-ID. Mereka akan mempromosikan minum susu ke kenalan mereka sebagai ganti minum air. Properti paling berbahaya SCP-088-ID-1 adalah mereka memiliki kebencian dan agresivitas tinggi terhadap orang dengan intoleransi laktosa. SCP-088-ID-1 seluruhnya meyakini bahwa mereka tidak pantas untuk hidup dan akan membunuh mereka tanpa ragu-ragu. SCP-088-ID-1 yang diberi amnestik tidaklah memiliki fanatisme serupa, tetapi ia tetap memiliki ketidaksenangan berada di dekat orang dengan intoleransi laktosa jika ia mengetahuinya.

SCP-088-ID tentu saja tidak dapat dikonsumsi mereka yang menderita intoleransi laktosa dan malah memiliki efek mematikan terhadap mereka. Properti ini dimanfaatkan SCP-088-ID-1 yang tak diamnestik untuk menyebarkan SCP-088-ID sekaligus mengeliminasi mereka yang memiliki intoleransi laktosa.

Penemuan: SCP-088-ID sebenarnya tidaklah ditemukan oleh Yayasan terlebih dahulu, melainkan oleh Badan Penanganan Ancaman Luar Biasa Nasional(BPALBN)1 yang di mana mereka menuduh Yayasan yang menyebarkan SCP-088-ID untuk publik.

Yayasan tentu saja menolak tuduhan mereka dan segera menjalankan investigasi independen. Dengan cepat diketahui bahwa beberapa perusahaan makanan memiliki resep metode pembuatan SCP-088-ID dan secara sinkron memproduksi dan memperjualkannya dalam satu program konsorsium bernama “Proyek Kemurnian Nasional”. Semua personel perusahaan-perusahaan terlibat merupakan SCP-088-ID-1. Mereka sengaja menjual murah SCP-088-ID dan menyebarnya di berbagai kota besar di Jawa.

Yayasan bekerja sama dengan BPALBN dan LEMRUSAN berupaya mendeteksi, mengatasi, dan menghentikan penyebaran SCP-088-ID dalam satu operasi gabungan. Pada awal tahun 2000, SCP-088-ID secara efektif tak lagi beredar di publik dan seluruh SCP-088-ID-1 telah diamnestik dan diawasi. Pengawasan ketat pada SCP-088-ID-1 yang masih ada diserahkan kepada LEMRUSAN yang di mana dibuatlah BPOM untuk pengawasan sekaligus pencegahan produk serupa kedepannya, sedangkan pengawasan SCP-088-ID diserahkan ke Yayasan.

Sebuah perusahaan baru dibuat Yayasan untuk kampanye misinformasi. Perusahaan tersebut berfokus pada pembuatan susu dengan kemasan gelas sama seperti SCP-088-ID saat dulu diedarkan, dengan nama mereknya mirip nama proyek konsorsium perusahaan-perusahaan yang dulu menyebarnya untuk mempersulit pencarian informasi asli kedepannya.

Lampiran 088-ID-1: Wawancara dengan pimpinan salah satu perusahaan yang pertama diamankan. Wawancara dilakukan di situs Yayasan dan diawasi personel LEMRUSAN.

Pewawancara: Agen Senior Sayid H(Yayasan), Hadiyansyah R(LEMRUSAN)
Narasumber: Milia Kasira(Kepala Eksekutif CV Rahmat Bunda)

—-

[MEMULAI REKAMAN]

Agen Sayid: Langsung saja, sebutkan identitas anda untuk rekaman

Milia: Milia Kasira, kepala perusahaan atas nama Rahmat Bunda.

Agen Sayid: Kita bisa memulai wawancara ini dari awal sejarah perusahaan kalian. Silahkan.

Milia: (Mengembuskan nafas) Kami sebenarnya dulu cuma pabrik susu kecil-kecilan. Saya mewarisi usaha keluarga turun temurun. Sederhana, jujur, dan nyaris bangkrut karena kompetisi besar. Lalu ya…

Agen Sayid: Lalu?

Milia: Gimana ngejelasin yang ini, ya… saya dengar suara aneh gitu suatu hari dari arah kendang. Di sana, saya nemu kumpulan dokumen bertebaran. Saya cek isinya data laporan keuangan situs gitu. Logo perusahaannya aneh gak ada nama, tapi logonya lingkaran gitu dengan motif garis-garis tiga. Di antaranya saya gak sengaja nemu satu dokumen berupa rahasia dagang mereka, resep mengolah susu ‘ajaib’. Ya saya coba turutin. Berbulan-bulan ada rasanya ngikutinnya. Bahannya perlu bolak-balik ke toko farmasi.

Agen Sayid: Anda percaya isi resep itu?

Milia: Dulu saya gak banyak kerjaan. Bisnis kagak naik-naik juga, jadi gak ada salahnya nyobain resep itu, kan? Nah, ajaibnya itu resep beneran bekerja! Saya coba lukain jari, pas diminum beneran sembuh seketika! Enak pula!

Agen Sayid: Jadi anda mulai produksi dan penjualan sejak itu, bukan?

Milia: Ya. Tapi saya tahu dengan produk seperti ini, saya bakal jadi incaran orang. Jadi saya mulai nyari kerjas ama, meeting tersembunyi dengan berbagai distributor, dan akhirnya saya punya cukup dana buat bikin perusahaan gede kayak sekarang.

Agen Sayid: Lantas kenapa anda bekerja sama dan membagikan resepnya ke perusahaan lain?

Milia: Saya sejujurnya masih kurang pengalaman dalam bisnis besar ini. Jadi saya akhirnya nyari bantuan buat ikut nyebarin produknya.

Agen Sayid: Bicara mengenai itu, apa tepatnya “Proyek Kemurnian Nasional”? Apa anda yang menggagaskan nama itu?

Milia: Tentu saja ia merupakan sebuah upaya untuk menyebarkan produk ini ke seluruh Indonesia. Baru setelahnya mancanegara. Saya namain gitu karena ini kan produk susu murni.

Agen Sayid: Sebentar, saya baru sadar, kenapa tidak melaporkannya ke BPOM dulu atau semacamnya kalau begitu? Jika anda melakukan itu sejak awal, anda tak akan perlu kami tahan seperti ini.

Milia: Nah, itu. Kami takutnya ada masalah nantinya. Kalau disita kan kami tidak bisa menyebarkannya lagi.

Agen Sayid: Kalian itu enam perusahaan terpisah, dua berskala multinasional. Tak ada alasan kalian harus berjualan secara sembunyi-sembunyi. Kalian bisa nyewa tim pengacara kalaupun ada kendala.

Milia: Kalian tak mengerti kendalanya di mana, mereka ada di sekitar kita!

Agen Sayid: …Maaf? Mereka?

Milia: (Mendekati pewawancara seraya berbisik) Orang alergi susu.

Agen Sayid: (Bingung) Oke? Mereka bukan target pasar kalian, jadi kenapa?

Milia: Anda tak paham di mana masalahnya! Ini produk rahmat Ilahi itu sendiri, tetapi mereka sama sekali tak bisa mengonsumsinya! Akhirnya kami sadar, mereka adalah setan yang turun ke bumi untuk menyesatkan manusia.

Agen Sayid: Oke, ini sudah melenceng ke arah omong kosong. Bagaimana orang sepertimu bisa jadi kepala proyek sebesar ini?

Milia: Tentu saja karena aku yang pertama dirahmatinya. Yang dipercaya untuk menyebarkannya ke seluruh Indonesia.

Agen Sayid: Aku tak ingin mendengar omong kosong lebih jauh lagi, jadi kita beralih ke topik lain. Produk kalian hebat luar biasa, tapi normalnya orang dengan produk seperti ini akan menjualnya dengan harga tinggi. Kenapa kalian menjualnya dengan harga yang sangat rendah?

Milia: Bisnis untuk biaya produksi, dan semakin banyak orang yang mengetahui keajaiban susu murni ini, semakin banyak yang sukarela membantu menyebarkannya.

Agen Sayid: Jadi… apa tujuan akhir kalian sebenarnya?

Milia: Tentu saja seperti kata ku tadi, penyebaran merata ke seluruh Indonesia. Baru ke mancanegara. Jadi kami tak bisa membiarkan birokrasi yang disusupi setan-setan itu untuk menghentikan kami.

[MENGAKHIRI REKAMAN]

Secara mengejutkan semua kepala perusahaan lain yang terlibat dalam proyek penyebaran ini memercayai hal yang sama. Upaya pencarian sumber asli SCP-088-ID dilaksanakan bermodal dokumen yang akan didapat dari perusahaan Rahmat Bunda sebagai awalan.

Lampiran 088-ID-2:
Penyelidikan di tahun yang sama menunjukkan bahwa sebenarnya SCP-088-ID memang disebar oleh Yayasan, tetapi sepertinya dari realitas berbeda. Pada dokumen yang diberikan serta lokasi yang dijarah, ditemukan salinan dokumen terkait produksi dan logistik SCP-088-ID yang memiliki format Yayasan. Kemungkina terbesar yang terjadi adalah dokumen dan sampel SCP-088-ID tanpa sengaja terkena efek dislokasi realitas lokal. Yayasan segera mengadakan operasi pencarian tersembunyi dari pemerintah lokal untuk mendapatkan seluruh dokumen relevan terkait Yayasan dan SCP-088-ID terlebih dahulu.

Dokumen-dokumen yang ditemukan sebagian besar merupakan data diri seorang direktur situs beserta beberapa personel dengan jabatan penting, data logistik, dan pemasukan serta pengeluaran situs. Mereka memiliki nominal tak wajar untuk situs biasa, jadi dicurigai kalau dokumen-dokumen ini adalah hasil upaya pembuangan barang bukti dengan metode tak lazim dan terkesan tergesa-gesa. Personelnya sendiri setelah dilacak dan ditemukan di realita kita diketahui merupakan pegawai daerah tingkat rendah semata dengan rekam jejak buruk.

Untungnya ini memberi penerangan akan SCP-088-ID, meski bukan dalam aspek baik. Berikut adalah dokumen-dokumen relevan terkait SCP-088-ID yang ikut terselip:

  • Prosedur pembuatan SCP-088-ID
  • Laporan penjualan dan pengiklanan SCP-088-ID
  • Pemasukan dan pengeluaran situs, termasuk produksi dan perawatan beragam pabrik pengolahan SCP-088-ID yang ditangani situs itu(2 totalnya), nilainya tergolong terlalu tinggi dan kemungkinan direkayasa.
  • Laporan hasil perburuan beragam kelompok pemberontak anti SCP-088-ID(4 totalnya), nilainya terhitung rendah dan terdapat tulisan tangan dengan gaya penulisan berbeda bertuliskan, “Tidak boleh diabaikan.” dan “Persetan perang di luar sana, bukannya fokus utama kita pengiklanan?”
  • Laporan eksekusi subjek dengan intoleransi laktosa yang ditangani situs mereka bulan ini(19 orang)

Lampiran 088-ID-3: Eksperimentasi dengan SCP-088-ID perlahan berganti ke upaya pengeliminasian tendensi supremasi dan agresivitas pemakainya dengan harapan bisa dimanfaatkan personel Yayasan kedepannya.

Tetapi di pertengahan upaya, terjadi perdebatan panjang antar peneliti SCP-088-ID mengenai apakah efek samping SCP-088-ID berupa kebencian terhadap pengidap intoleransi laktosa merupakan efek samping sama sekali. Argumennya adalah jika SCP-088-ID tidak bisa digunakan personel dengan intoleransi laktosa, maka apa gunanya menghilangkan efek sampingnya.

Ini mengarah ke pembahasan panjang mengenai persyaratan rekrutmen personel dan cek kesehatan massal. Konflik meluas sampai ke kursi komite etik pusat. Tetapi pada akhirnya konflik diakhiri langsung oleh Pengawas O5 dengan voting 13 orang memilih menolak penggunaan SCP-088-ID. Tidak diketahui alasan penolakan total mereka, tetapi sejak itu SCP-088-ID dilarang dipergunakan secara terbuka dan level aksesnya dinaikan ke level 4.

Tetap saja, sampel SCP-088-ID kini tersebar di situs di seluruh dunia, menunggu waktu untuk melawan birokrasi setan yang mengekang.

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License