SCP-084-ID
rating: +5+x




Sebuah ketukan pintu terdengar dari luar.

Saat dibuka, dua orang pria yang mengenakan seragam serba hitam: jas, celana, serta kacamata yang mereka kenakan.

Salah satu dari mereka berkata, “Maaf, apa kami bisa berbicara dengan seseorang?”

Di dalam ruangan terdapat dua orang pria yang mengenakan jas lab. Satu mengenakan masker medis; dia tengah duduk di pojok ruangan, tidak memedulikan dua orang pria di depan pintu. Satunya lagi memakai kacamata; dia berdiri di ambang pintu.

“Tentu, saya Peneliti Senior Dr. Christopher Louis, kalian ada perlu apa ya?” Pria yang berkacamata berkata.

“Saya percaya kami mencari seseorang dengan kode nama ‘Balefire’.” Salah satu di antara dua orang di depan pintu berkata dengan nada datar. “Apa benar dia ada di ruangan ini?”

Orang yang duduk dipojokkan melirik begitu mendengar perkataan salah satu orang itu. Christopher melirik ke belakang dan bertanya. “Kau perlu dia?”

“Dan kami harap anda bisa ke luar untuk beberapa jam.” Orang satunya melanjutkan.

Chirstopher memikirkan perkataan mereka dengan bingung sebelum akhirnya dia berkata, “Tch, baik.” dan menuruti permintaan mereka.

Dan dengan itu Christopher berjalan keluar dari ruangan selagi menatap ke dalam, sepertinya penasaran akan apa yang dua orang pria tadi lakukan selagi mereka masuk ke dalam ruangan.

Satu orang di antara mereka mengunci ruangan selagi yang satunya duduk di kursi Christopher. “Jadi, apa saya bisa memanggil anda Zakaria? Atau harus pakai kode nama?’”

Orang yang ditanyai membalas, “Ku rasa kalian bisa memakai Zakaria di ruang tertutup seperti ini.”

Pria tadi mengangguk mendengar konfirmasinya. Salah satu dari mereka lalu mengangkat sebuah tas hitam yang mereka bawa dan meletakkannya di meja Christopher. Pria yang duduk tadi membuka tas tersebut sebelum mengeluarkan selembaran dokumen dan perangkat merekam.

“Saya ingin menyatakan satu hal,” Pria tadi berkata. “Kami tahu mengenai masa lalu anda. Dan pertanyaan ini mengenai salah satu bagian di masa lalu anda itu.”

Zakaria sepertinya tertegun mendengar hal itu. Dia akhirnya mengangguk untuk membiarkan orang tersebut melanjutkan.

Pria tadi lalu menyodorkan dokumen di genggamanannya dan berkata kepadanya, “Baik, pertama saya ingin anda membaca ini.”

Zakaria meraih dokumen tersebut dan membacanya sekilas. Tidak menunggu lama, ekspresinya jelas tertegun untuk kedua kalinya.

“Saya rasa anda pernah mendengar mengenai apa yang kami sebut SCP-084-ID” Katanya selagi menggenggam alat perekam, bersiap menyalakannya.

“Bilang jika anda sudah selesai sehingga saya bisa memulainya.”





ATAS PERINTAH DARI DEWAN O5
Dokumen berikut terbatas untuk Level 4/084
AKSES TANPA IZIN AKAN DITINDAKLANJUTI.
084
Objek#: 084-ID
Level4
Kelas Penanganan:
ternetralkan
Kelas Sekunder:
none
Kelas Gangguan:
none
Kelas Risiko:
none


Prosedur Penanganan Khusus: SCP-084-ID disimpan di gudang penyimpanan di Situs-118. Objek hanya disimpan untuk diteliti semata. Jikalau SCP-084-ID-1 yang dihipotesiskan ada telah ditemukan. Penelitian lanjutan bisa dilakukan atas izin yang berwenang.

Deskripsi: SCP-084-ID merupakan hasil upaya rekonstruksi Yayasan atas sebuah perangkat anomalus pengontrol cuaca yang berhasil diamankan dari sebuah operasi KOG1. SCP-084-ID berbentuk menyerupai tabung yang terbuat dari besi selebar kira-kira 1.5 meter dan setinggi 3 meter yang menampung kumpulan mesin penggerak di dalamnya yang ditenagai genset. SCP-084-ID memiliki fungsi memutar rangkaian wadah berisi tanah dan menusuknya dengan sesuatu dengan kecepatan tinggi.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari KOG, sebelum dihancurkan, ia mampu menciptakan partikel cair dan suhu yang diperlukan awan untuk tercipta di atasnya melalui metode taumaturgi. Informasi mereka juga menyatakan bahwa jikalau tidak berada di lokasi yang memiliki banyak air seperti laut, ia diteorikan mampu mengekstrak darah manusia sebagai material partikel yang diperlukan untuk awan.

Setelah observasi sampai rekonstruksi kembali menggunakan bahan aslinya, SCP-084-ID sepenuhnya tidak anomalus begitu dinyalakan. Dicurigai ada satu bagian yang hilang dari perangkat saat diamankan Yayasan. Kemungkinan merupakan artefak anomalus yang antara sudah diamankan/dihancurkan KOG atau dibawa lari dari lokasi. Bagian tersebut diberi designasi SCP-084-ID-1 dan Yayasan masih mengupayakan untuk mencarinya.

Penemuan: SCP-084-ID diamankan Yayasan dari sebuah operasi yang dilakukan oleh KOG pada tahun 2017. Salah satu situs Yayasan mendapat informasi bahwa adanya pergerakan personel KOG di pelabuhan [DISUNTUNG], Jakarta. Pihak KOG diketahui tengah berupaya menghentikan seorang Tipe Biru yang mencoba mengoperasikan SCP-084-ID di lokasi publik tersebut.

Berdasarkan laporan yang Yayasan dapat, mereka berhasil menetralisir target mereka dan menghancurkan mesin ciptaannya. Yayasan menyusup ke lokasi dan berhasil mengamankan rongkosan mesin tersebut sebelum pihak KOG membawanya ke markas.

Lampiran Wawancara-084-ID:

Pewawancara: Agen Senior Kaisar
Narasumber: Peneliti Junior Zakaria


[MEMULAI REKAMAN]

Kaisar: Wawancara mengenai asal SCP-084-ID akan kami mulai. Bersama saya saat ini merupakan Peneliti Junior Zakaria. Rekaman ini tersedia pada level 4 umum, jadi mereka yang mendengar diperbolehkan tahu kalau dia merupakan mantan personel KOG.

Kaisar: Jadi, apakah anda mengetahui mengenai operasi yang dilakukan KOG di Pelabuhan [DISUNTING] di Jakarta pada tahun 2017?

Zakaria: Entahlah. Aku cuma pegawai kantoran saat itu.

Kaisar: [Jeda] Mencoba berbohong mungkin tidaklah berguna.

Zakaria: Baik. Saya mengetahui detail operasi itu. Apa yang ingin kalian ketahui.

Kaisar: Semua mengenai SCP-084-ID, tentu saja. Terserah anda mau memulai dari mana.

Zakaria: Baik, uhm… Mesin Megasenja – itu panggilannya – dibuat oleh seorang Tipe Biru bernama Rosalina Dhara. D-h-ara. Hal yang menarik perhatian GOC dulu adalah dia terafiliasi dengan seorang anartis dari perkumpulan bernama AWCY. Mungkin kalian pernah dengar itu?

Kaisar: [Jeda] Itu bukan urusan anda. Lanjutkan penjelasannya.

Zakaria: Jadi dia ini mampu melakukan taumaturgi cuaca dengan menurunkan hujan. Dia juga memiliki sebuah keris sakti yang digunakannya untuk membantu proses membuat awan.

Kaisar: Apa hubungannya itu semua dengan mesin yang dibuatnya?

Zakaria: Aku baru akan menjelaskannya. Jadi, seperti kataku tadi, dia mampu membuat awan mendung. Masalahnya meski menggunakan keris itu pun, ritualnya tetap memakan waktu berjam-jam untuk bisa mengumpulkan partikel air yang diperlukan untuk awan. Itulah kenapa dia menciptakan mesin itu.

Kaisar: Bagaimana cara kerjanya?

Zakaria: Ritual memanggil hujannya hanyalah terdiri dari dia menusuk tanah berkali-kali dengan keris itu. Ayahnya tak pernah mengajari ritual yang benar, sayangnya.

Kaisar: Anda sepertinya tahu banyak mengenainya.

Zakaria: Hei, aku cuma menjelaskan apa yang kudengar. Kau ingin aku melanjutkan atau tidak?

Kaisar: [Memberi gestur lanjutkan]

Zakaria: Baik, di mana tadi. Ah ya, untuk mempercepat terciptanya awan, dia harus menusuk tanah di sekeliling lokasi, semakin jauh semakin baik. Dan dia harus melakukannya berkali-kali. Biasanya dia harus lari untuk itu. Jadi itu sebabnya jika… sebentar, [Zakaria membaca dokumen] Jika kalian baca di sini. Alat yang dibuatnya ini memutar wadah tanah yang disinggung di sini dan memutarnya. Dia lalu memasang kerisnya dan mesin itu akan menusuk tanah di wadah dengan cepat.

Kaisar: Penjelasanmu sedikit kurang jelas.

Zakaria: Yah, aku tidak bisa menjelaskannya lebih baik dari itu. Setidaknya kau bisa lihat sendiri bagaimana benda itu bekerja. Sejujurnya aku terkejut kalian bisa mendapatkannya hari itu, terlebih lagi merekonstruksinya.

Kaisar: [Jeda] Bicara mengenai itu, kenapa KOG ingin menghentikannya?

Zakaria: Sebuah pertanyaan, bagaimana kau mendapatkan partikel air yang diperlukan untuk menciptakan awan dalam waktu sekitar tiga puluh menit? Jika dia menyalakannya di laut, ada kemungkinan mesin itu akan mengambil air laut. Tetapi jika tidak, di mana menurutmu mesin itu bisa mendapat air yang diperlukan?

Kaisar: [Jeda] Dari manusia?

Zakaria: Dan ingat saat ku bilang dia terafiliasi dengan AWCY, semua alasan yang diperlukan GOC- maaf, KOG untuk menghentikan pembuatannya.

Kaisar: Jadi apa anda tahu detail operasinya saat itu?

Zakaria: Mereka berhasil menghancurkan mesin itu. Cuma itu yang ku tahu.

Kaisar: Dan Rosalina?

Zakaria: [Jeda selama beberapa saat] Dinyatakan mati.

Kaisar: Dinyatakan?

Zakaria: Dia loncat ke laut di tengah ombak deras karena badai. Jelas mati menurut mereka.

Kaisar: Saya akan mengulangi ini sekali lagi, apa semua informasi yang anda berikan ini sepenuhnya benar dan bukan kebohongan?

Zakaria: Ya. Semuanya benar.

[Diam untuk beberapa saat]

Kaisar: Bagaimana menurut pendapat anda?

Zakaria: Maaf?

Kaisar: Pendapat anda? Menurutmu dia masih hidup?

Zakaria: Apa pentingnya pendapatku untuk laporanmu?

Kaisar: Hibur aku.

Zakaria: [Jeda selama beberapa saat] Bajingan itu masih hidup di luar sana. Mungkin.

Kaisar: [Jeda] Ku rasa itu semua yang kami perlukan. Terima kasih atas bantuan anda.

[MENGAKHIRI REKAMAN]






“Apa dia bodoh? Bagian mana dari kalimat kita tahu dia berbohong yang tidak dia pahami?” Salah satu diantara dua pria berjas hitam berkata selagi mereka berdua berjalan melalui koridor sepi.

“Teknisnya dia tidak bohong. Dia menyatakan informasinya merupakan apa yang dia dengar dari KOG yang artinya semua perkataannya dari sudut pandang mereka saja.” Pria di sampingnya membalas. “Kau taruh mesin pendeteksi kebohongan di sampingnya dan benda itu tidak akan berbunyi sepanjang wawancara.”

“Psikolog sialan…” Pria yang pertama mengumpat.

“Tidak perlu mempermasalahkan itu. Kita dapat apa yang kita perlukan. Pembaca tidaklah memerlukan deskripsi emosi. Hanya fakta tanpa kebohongan.” Balas lawan bicaranya.

“Hanya itu yang Yayasan inginkan.”






Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License