Franz Yan sudah pernah beberapa kali menaiki kapal feri dan kapal nelayan, tapi ini pertama kalinya dia berada di sebuah kapal militer. Tanpa referensi apapun, dia tidak tahu apakah Ambassador tergolong besar atau kecil.
Seorang pria yang mengenalkan diri sebagai Kolonel Bellatrix ikut menemani di helikopter yang menjemput Franz, tapi sepertinya dia bahkan tidak tahu siapa yang menugaskannya. "NTK," dia bilang.
Need-to-know. Dengan kata lain, sangat dirahasiakan.
Namun, tata ruang Ambassador rupanya bukan hal rahasia. Bellatrix menjelaskan struktur utamanya sembari mengantar Franz.
"Kapal ini berkelas perusak. Destroyer. Deknya dibagi jadi tujuh. Dek paling atas berisi persenjataan utama, CIWS, dan helipad, dibagi menjadi paruh depan dan paruh belakang. Superstruktur radar juga ada di level ini.
Satu level kebawah, ada dek tiga dan dek empat, berisi ruang penyimpanan amunisi, ruang komando, dan fasilitas non-militer. Dek lima dan enam dibawahnya berisi ruang mesin dan fasilitas untuk kru.
Dek tujuh di paling bawah berisi tangki ballast dan peralatan sonar. Seingatku di situ juga ada tabung peluncur torpedo, tapi aku tidak pernah melihat stok amunisinya."
Franz Yan tidak mengenakan pakaian Hazmat kali ini, tapi dia masih memakai baju coverall magenta yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Sebenarnya dia bisa saja memakai jas, namun dia punya firasat dia akan membutuhkan coverall ini.
Contohnya, kalau dia jatuh ke laut.
Hanya untuk berjaga-jaga jika O5-9 tidak menyukainya.
Franz mendarat pada salah satu helipad di bagian belakang dek paling atas kapal—dek 2. Level dibawahnya tidak dibagi menjadi depan dan belakang seperti dek paling atas, melainkan dibagi menjadi inner deck dek 4 di tengah kapal, dan outer deck dek 3 mengelilinginya. Untuk mencapai dek 4, Franz harus melewati jejaring labirin koridor di dek 3.
Kapal pada kelas perusak seharusnya tergolong menengah, dari sisi ukuran. Tapi aku tak tahu banyak soal kapal perang.
SCPS Ambassador meluncur dengan kecepatan konstan, terombang ombak sesekali, namun Franz tidak bisa merasakan “detak” mesin apapun. Franz tidak punya petunjuk apapun tentang sumber energi atau sistem penggerak kapal itu.
Kapal seperti ini mestinya bising dengan bunyi mesin. Meski dia membawa mesin nuklir sekalipun, akan ada banyak sumber suara dari pompa-pompa dan turbin. Tapi dia tidak punya dengung apapun.
Dia bahkan tidak punya getaran propeler. Mesin macam apa.…
Franz memutuskan untuk melupakan pertanyaan ini, dengan kilah “pasti anomali.”
Hampir lima belas menit sejak mendarat, Franz akhirnya mencapai sebuah pintu ganda yang ditandai “D-66.” Dia hampir sepenuhnya yakin koridor dek tiga diperluas dan diperpanjang menggunakan anomali.
Jadi seberapa besar ukuran kapal ini sebenarnya?
Pintu ganda itu terbuka otomatis, dibarengi desis hidrolik. Franz sudah membayangkan O5-9 sebagai sebuah monster Lovecraftian raksasa, kumpulan daging dan tentakel yang mengisi ruangan. Dia agak kecewa ketika menemukan ruang itu hanya diisi sebuah meja panjang dan proyektor LCD.
Tidak ada kursi. Franz mengumpat dalam hati, kemudian bergerak menyalakan proyektor di tengah meja. Proyektor itu pasti tersambung secara nirkabel ke perangkat lain, karena dia tidak menampilkan logo stand-by-nya, melainkan tampilan sebuah program telepon video.
Di pojok bawah terlihat tampilan dari kamera sekuriti di pojok ruangan. Di tengah, teks <O5-9> | [AUDIO ONLY] terpampang besar.
Kenapa susah-susah pakai telepon video kalau ujung-ujungnya cuma pakai suara?
"Identifikasi Yayasan." Layar hitam itu menggertak tiba-tiba, dengan suara yang terdengar sintetis.
"Mu-10-FY-6678." Franz menjawab reflek.
“Apakah anda tahu alasan kami memanggil anda?”
“Tidak.”
Kecuali kalau kalian butuh teknisi pemeliharaan di kapal ini.
…atau kalau kalian bisa membaca mimpi?
“Pada 16 Januari pukul 1731 WITA, hulu ledak nuklir pada situs tempat anda ditugaskan dipicu menggunakan identifikasi anda. Ledakan yang dihasilkan menghancurkan reaktor utama situs tersebut, dan membakar sebagian besar pulau tempat situs tersebut berada.”
“16 Januari?” Seminggu yang akan datang?
“Benar.”
Seharusnya Franz sudah terbiasa dengan adanya anomali yang bisa melanggar hukum kausalitas dan linearitas waktu, tapi kejadian yang dideskripsikan oleh O5-9 sangatlah spesifik. Apa itu artinya…
“Informasi berikut diklasifikasikan sebagai informasi Level 4, level peneliti kepala dan tim khusus dibawah Direktur Situs. Anda telah diberikan izin sementara untuk melihat informasi berikut, selama anda bersumpah tidak akan membicarakannya dengan pihak tanpa izin.”
Proyektor di depan Franz masih menunjukkan layar kosong, tapi dia merasa seolah melihat seseorang menaikkan satu alis.
“Saya bersumpah.”
Teks di layar menghilang, digantikan sebuah diagram tiga dimensi penuh pipa dan komponen. Franz mengalami overload informasi mencoba untuk memahami diagram tersebut. Satu per satu, komponen dan pipa-pipa dibuang dari diagram tersebut, menyisakan dua buah bola konsentris. Dinding tebal bola-bola itu dibagi menjadi segmen-segmen kecil.
“Ini adalah inti dari reaktor situs. Dia bisa secara langsung menghasilkan energi listrik, melalui proses yang sama dengan reaktor—dirahasiakan. Namun fungsinya bukan hanya untuk menghasilkan energi. Inti itu adalah sebuah Exclusion Seed.”
“Maaf, sebuah apa?”
”Exclusion Seed.”
Ya itu apa goblok.
Franz menyimpan umpatannya dalam hati.
“Kami mengambil sebuah biji dari pohon Yggdrasil, kemudian menumbuhkannya dalam kondisi tertentu untuk, secara kasarnya, menciptakan semesta ‘bonsai’ yang bisa digunakan untuk berbagai kepentingan arsiparis dan penanganan anomali. Biji yang ada di situsmu baru ‘bertunas’ ketika hulu nuklir di sekelilingnya diledakkan.”
“Pohon…Yggdrasil?”
Franz Yan sudah menyerah memahami semua ini.
“Need-to-know. Yang paling penting, inti reaktor ini punya arus waktu yang terpisah dari arus waktu normal. Reaktor di sekelilingnya dibangun untuk kurang lebih menyelaraskan dua arus waktu tersebut. Tapi, ledakan nuklir yang anda picu menyebabkan energi dalam jumlah sangat besar memasuki Exclusion Seed, dan sekarang arus waktu di dalamnya kacau balau.”
“… Tunggu, jadi itu artinya aku beneran kembali ke masa lalu?”
Sinetron macam apa ini?!
O5-9 tidak menjelaskan lebih jauh tentang Exclusion Seed, selain bahwa sepertinya hanya Franz yang terpengaruh turbulensi waktu. O5-9 juga telah menugaskan STG Phi-7 “Lockhart’s Fist” untuk menanggulangi intrusi yang akan terjadi pada tanggal 16 Januari, berdasarkan informasi dari ingatan Franz.
Kolonel Bellatrix menyambut Franz ketika teknisi itu keluar dari neraka tanpa kursi bernama D-66.
“Atasan bilang anda untuk sementara perlu tinggal di kapal ini. Barang-barang anda akan dijemput oleh personel lain.”
Alasannya pasti “Need-to-know” lagi.
Franz pasrah mengikuti Bellatrix ke salah satu ruangan yang masih di dek 4. Kondisi ruangan itu persis seperti imajinasi Franz kalau ada yang menyuruhnya membayangkan “penjara.” Sebuah kasur polos, dipan logam dan matras busa padat, dan sebuah loker.
Setidaknya ada toilet dan shower dalam.
Franz menghela nafas dan melempar tubuhnya ke kasur; meringis karena matrasnya lebih keras dari yang dia kira.
Franz pasti tertidur beberapa saat kemudian, karena dia melihat seekor burung api raksasa ketika membuka mata.
“Your Holiness.” Burung itu membungkukkan badan, entah bagaimana. “Aku datang untuk mengucapkan terimakasih, wahai Dewi dari dunia luar. Berkat jasamu, duniaku yang hampir mati kekeringan akibat mesin-mesin laknat itu dapat hidup kembali. Tak akan ada kata yang cukup untuk….”
Franz menutup mata dan memegang kepalanya, mengabaikan monolog panjang lebar si burung api.
Aku pasti sudah gila, atau jatuh ke dunia sinetron Ind███ar.
“Kekuatanku di dunia luar sangatlah terbatas, karena duniaku sangatlah muda dibandingkan duniamu. Namun, aku bisa memberikanmu ini.” Sebuah pedang dari logam berwarna merah darah jatuh di depan Franz. “Pedang itu akan membantumu memenuhi tiga harapan. Tapi dia akan menentukan sendiri apakah dia akan membantumu atau apakah kau bisa memenuhi harapan itu tanpa bantuan. Sampai kita bertemu lagi, Dewi.”




