"Terimalah ini." Izabella kemudian memberi Rizu sebuah diska lepas berwarna hitam dan berukuran cukup besar, mungkin sebesar bungkus pasta gigi pada umumnya. Nera yang sedang bersantai di lantai ruangan si peneliti itu merasa aneh namun juga penasaran dengan ukuran diska sebesar itu. Sebuah teks yang ditulis dengan spidol berwarna putih dapat terlihat di salah satu sisinya, hanya ada kata "Yama" saja di sana.
Rizu membaca tulisan yang ada pada diska lepas itu dan dahinya langsung berkerut, "Dari semua AIC, kenapa harus dia?" Ia mendapati bahwa diska ini berisi sebuah berkas pemasangan sistem AIC ke dalam sistem digital internal situs, tetapi ia tidak senang dengan identitas AIC yang tercantum pada diska tersebut.
"Kupikir kalian berdua cukup dekat, jadi kubelah dua saja dia. Lagipula ia cukup merindukanmu," ucap Izabella sambil mengangkat kedua bahunya.
Tetapi Rizu tidak terima, "Oh astaga, AIC ini adalah mimpi buruk." Rizu menyandarkan dahinya pada kedua tangannya, ia bahkan langsung meletakkan diska itu di atas meja sebagai tanda ia enggan untuk menerimanya.
"Memangnya ini AIC apa?" tanya Nera yang penasaran. Pengalaman Nera dengan AIC hanya dengan AIC lokal yang ada di dalam sistem milik Erau saja, dan menurutnya berinteraksi dengan AIC itu tidak memberi kesan negatif sama sekali. Responnya Rizu membuat Nera menjadi sangat penasaran akan AIC seperti apa yang bisa memberi respon negatif seperti ini.
Izabella kemudian menjelaskan sambil mengambil kembali diska itu, "Yama.AIC. Sebuah AIC wanita yang berspesialisasi dalam pengeksripsian serta peretasan konten beranomali. Soal namanya itu sudah dinamai sejak awal oleh pembuatnya, dan Yamagiri yang asli pun tidak masalah jika namanya dipakai. Anehnya Rizu kurang menyukai Yama walau mereka aslinya cukup dekat yang sampai membuatku cukup iri dengan hubungan mereka." Izabella kemudian menawarkan diska itu lagi kepada Rizu dengan cara menyodorkannya, tetapi pria itu kembali menolak.
Rizu kemudian membalas ucapannya Izabella, "Yama.AIC. dibuat oleh kakek dari pamanku dan penyelesaian akhirnya dilakukan oleh ayahku. Lalu ikonnya olehku sih. Bisa dibilang ia adalah AIC yang dibuat oleh keluargaku. Masalahnya, sifatnya benar-benar menyusahkan!"
Ini membuat Nera menjadi terkejut, ternyata keluarganya Rizu telah membuat sebuah AIC! Dan saat ini AIC tersebut sedang menunggu untuk dipasang ke dalam sistem internal situs. Nera ingin segera berinteraksi dengan AIC tersebut tetapi tampaknya Rizu terlihat enggan untuk membiarkan itu terjadi.
Izabella malah tertawa pelan ketika mendengar balasannya Rizu tersebut, "Oh ayolah. Secara teknis ia itu seperti bibimu tetapi kamu menolak untuk mengakuinya, sungguh, kontribusi Yama itu termasuk besar di situs kita. Apalagi ketika Yama dapat dipercaya dalam mengamankan berkas khusus karena dialah yang paling ahli dalam hal itu."
Izabella juga menambahkan bahwa Yama.AIC sudah lama bersama dengan mereka berdua dan bahkan menjadi sosok yang berarti bagi mereka. Hanya saja Rizu masih enggan untuk menerima Yama.AIC hanya karena setiap interaksi mereka akan dipenuhi dengan kehebohan dan pertengkaran. Sikap Rizu yang selalu untuk bertindak profesional akan berbanding terbalik dengan Yama.AIC yang bebas dan santai, dan inilah yang membuat mereka berdua menjadi kontras satu sama lainnya.
"Wah, ternyata ia sosok yang menarik. Aku jadi ingin bertemu dengannya!" ucap Nera, ia bahkan mencoba mengangkat diska yang ternyata cukup berat itu. Ia sudah pernah berinteraksi dengan AIC dari Erau sebelumnya dan cukup membuatnya senang, kedatangan AIC baru seperti Yama.AIC membuatnya menjadi bersemangat dalam menambah teman sesama non manusia-nya.
"Tidak perlu khawatir. Walau Rizu enggan menerimanya, aku akan tetap memasang Yama ke Erau dengan cara memberinya secara langsung kepada Bryan. Ini kulakukan sebagai bentuk terima kasih karena telah menjaga Rizu selama setahun ini," balas Izabella. Itu membuat Nera menjadi senang karena pemasangan Yama.AIC akan pasti terjadi.
Namun, di sisi lain Rizu terlihat tidak percaya akan alasannya Izabella begitu saja. "Itu hanya alibimu saja, kan? Aku tidak percaya kalau dirimu memberi AIC sebagus Yama ke Erau begitu saja," tanya Rizu dengan penuh kecurigaan.
Izabella memberi wajah kagum dengan bagaimana Rizu masih mampu menembus kebohongan kecil miliknya, "Hm kamu masih tajam seperti biasanya. Terserah dirimu mau melihatnya sebagai apa, yang pasti Yama akan tetap terpasang dan kamu hanya perlu memperhatikan kehebohan macam apa yang akan dilakukannya nanti." Izabella tampaknya masih ingin menyembunyikan rencana aslinya, yah, dia memang selalu begini sejak awal.
Bagi Rizu, Yama.AIC itu seperti pedang bermata dua, di satu sisi kemampuannya sangat bagus sekali sedangkan di sisi lainnya ia itu cukup susah untuk diatur karena memiliki kesadarannya sendiri sehingga bisa membuat sakit kepala—sebuah AIC yang unik. Rizu menatap diska yang kini kembali di genggaman Nera, perasaannya bercampur aduk. Ia memang merasa lega karena tidak bertemu dengan AIC itu lagi selama ia di Erau, tetapi entah kenapa ia merasa seperti ingin bertemu dengannya lagi setelah sekian lama di sini. AIC itu mungkin punya sifat yang menyebalkan baginya, tetapi, tanpa si menyebalkan itu entah kenapa membuat suasana menjadi lebih sepi dari yang biasanya. Mungkin inilah rasanya ketika merindukan sosok yang telah menjadi bagian dari keluarganya.
"Tetapi, apa pun rencana yang sudah kuberikan, pada akhirnya Yama akan menurut padamu," ucap Izabella, ia melempar senyum sinis kepada Rizu karena ia merasa rencananya akan gagal jika Rizu sendiri yang melarang Yama. Rizu langsung merespons dengan memberinya senyuman kemenangan.
"Dan selain itu, adik Nera harus kembali ke dalam ruangannya karena Pak Rizu akan reuni dengan Yama. Jadi biarkan mereka berdua mendapatkan momen privasi, mengerti?" sambung Izabella kepada Nera dan Nera pun menyetujuinya.

Diska itu akhirnya diterima oleh pihak Situs Erau dan pemasangan sistem AIC baru akan dilakukan sesegera mungkin, tetapi, pihak Situs Erau masih penasaran akan AIC yang satu ini karena Peneliti Rizu menyatakan kalau Yama.AIC merupakan AIC eksklusif milik Situs Akagi. Bukankah hadiah ini cukup besar? Izabella hanya meminta mereka untuk menerima AIC ini beserta buku petunjuknya walau tidak menjelaskannya dengan rinci, ditambah dengan bagaimana Izabella memberitahu mereka akan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh si AIC, siapa yang akhirnya tidak tergoda untuk menerimanya?
Diska kemudian diserahkan kepada bagian Departemen Ilmu Teknologi situs dan Bryan langsung memerintahkan mereka untuk segera memasang AIC itu, dan orang-orang itu langsung mengikuti perintahnya dengan rasa penasaran dan semangat. Semua orang sangat tertarik akan sebuah AIC ekslusif milik situs lain yang juga memiliki beragam kelebihan yang akan sangat membantu kinerja mereka. AIC yang sudah ada di dalam sistem situs Erau memang membantu pekerjaan mereka, dan kali ini ada AIC baru yang akan semakin mempermudah pekerjaan mereka. Wajah-wajah itu seketika bersinar ketika beban pekerjaan mereka akan semakin berkurang ketika ada asisten digital baru, sepertinya beban kerja di sini memang cukup berat, bukan?
Izabella, Bryan, dan Sarah kemudian meninggalkan ruangan itu untuk melanjutkan kegiatan mereka yang berikutnya yaitu melakukan kegiatan kunjungan formal — yang seharusnya terjadi sejak awal. Setelah melambaikan tangannya kepada Rizu, Izabella pun pergi meninggalkan ruangan itu dengan langkah cepat karena Bryan dan Sarah sudah pergi lebih dulu. Rizu kemudian menggaruk sisi belakang kepalanya, ia tidak menduga kalau kejadian seperti ini akan terjadi di dalam hidupnya, reuni dengan Yama.
Seseorang kemudian datang kepadanya untuk memintanya menjadi pemandu dalam pemasangan sistem AIC ini, dan Rizu pun memberitahu mereka untuk membaca dokumen pengenalan AIC terlebih dahulu. Amplop coklat yang sedari tadi ia pegang pun ia buka, beberapa lembar kertas dokumen tentang AIC beserta pemasangannya pun kini dapat dibaca semua orang yang terlibat. Di tengah diskusi orang-orang itu, Rizu memberitahu mereka untuk bersiap-siap akan apa pun yang bisa saja terjadi setelah AIC ini diaktifkan, karena dari pengalamannya, tingkah laku si AIC ini cukup untuk membuat pusing kepala seseorang. Orang-orang itu pun merasa tidak akan menjadi masalah asal mengikuti petunjuk pada dokumen dan peringatannya Rizu, kedengarannya mereka sudah cukup yakin kalau semuanya akan baik-baik saja. Setelah beberapa tarikan nafas untuk merilekskan dirinya karena pemasangan ini akan memakan waktu yang tidak sebentar, Rizu pun memulai pemasangan AIC yang sudah menjadi sosok terdekatnya itu.

"Wowie aku di mana ini? Oh! Eo Rizu!" sambut si AIC pada layar, dan sesuai deskripsi pada dokumen, AIC ini mampu berkomunikasi serta melihat keadaan di sekitarnya tanpa memerlukan perangkat apa pun. "Sepertinya pemindahanku berhasil deh!"
Di sisi lain, dengan nada lesu Rizu menyambutnya dengan aura yang tidak semangat, "Oh astaga. Dari semua sistem malah dirimu yang dipilih. Kenapa harus Yama, kenapa bukan yang lain?"
Seketika ikon dari si AIC berubah menjadi ekspresi cemberut, "Hmph! Beginikah dirimu menyambutku setelah sekian lama?! Rizu masih jahat ih! Aku ini Yama! AIC paling elit di Akagi!"
"Terserahlah. Lagipula kamu sedang berada di rumah orang saat ini, jadi aku mohon kontrol sikapmu, oke?" ucap Rizu dengan wajah serius. Ia tidak ingin Yama bersikap terlalu bebas seperti yang ia lakukan di Akagi, karena di sini Erau dan bukannya Akagi.
Tetapi Yama hanya meledeknya saja, "Heh, dirimu nih yang terlalu serius setiap saat, padahal santai dikit napa?" Bagi Yama yang memang memiliki sifat bebas dan santai, perilaku Rizu yang selalu serius dan profesional cukup aneh baginya. Ia heran kenapa ada orang seperti Rizu di dunia ini? Karenanya ia memilih untuk mengganggu pria tersebut.
"Santai sih santai, kau pernah menumpuk pekerjaanmu selama lima hari tahu!" balas Rizu dengan nada tidak senang, ia teringat akan bagaimana Yama mengabaikan semua pekerjaannya begitu saja dengan alasan bahwa ia telah mendapatkan izin libur dari Izabella.
"Eh tapi kan semuanya langsung kelar dalam tiga jam! Aku ini mesin tahu, mana sama denganmu yang salah duduk dikit langsung kretek ntuh punggung, heh." Yama kembali meledek Rizu, sepertinya ia sangat menikmati momen ini karena bisa menyindir Rizu lagi seperti di Akagi.
"Hei!" Rizu menyentil layar itu hingga berbunyi, dan Yama langsung kaget akan kontak fisik tersebut.
Dokumen itu benar, Yama dan Rizu sangat tidak cocok satu sama lain dan akan berakhir pada pertengkaran di antara mereka berdua. Setidaknya impresi yang didapatkan sejauh ini cukup positif bagi orang-orang Erau yang mengamati kedua individu tersebut, mungkin karena Yama jauh lebih ekspresif dan ikonnya lebih lucu dari semua AIC yang ada di Erau selama ini. Mungkin mereka memang membutuhkan sesuatu yang segar setelah sekian lama berurusan dengan AIC yang tidak jauh beda dengan sebuah robot yang kaku, sehingga kedatangan Yama yang ekspresif seperti manusia sungguhan membuat mereka merasa lega karena akhirnya ada warna baru dalam hidup mereka yang monoton.




