"Lorem Ipsum"
Suara langkah kaki tegap dapat terdengar seirama, sekumpulan orang-orang berseragam militer berbadan tegap berjalan dengan serentak sambil berbaris mengelilingi seorang wanita yang turut berseragam militer lengkap dengan pangkat serta medalinya—tampaknya ia seorang pemimpin dari suatu kelompok militer? Wajahnya serius dan memberi aura yang berbeda dari wanita pada umumnya, rasanya seperti sekelompok singa gahar sedang datang berkunjung ke tempat yang cukup damai ini. Tunggu, apa yang sedang dilakukan orang-orang berwajah garang ini di sini? Apakah tempat yang damai ini sedang digeledah?
Seorang pak tua kemudian keluar dari gedung lalu menemui si wanita tersebut dengan langkah yang terburu-buru, entah bagaimana kali ini ia merasa gugup karena aura yang dipancarkan oleh orang-orang ini sangat pekat seolah-olah ada masalah yang sedang datang kepadanya. Ia kemudian menyapa wanita tersebut setelah tiba di luar gerbang, "Selamat datang di Situs Erau. Saya Bryan Simajuntak, Kepala Situs ini." Ucapannya terhenti karena rasa gugup yang muncul entah darimana untuk memotong lidahnya, lalu ia mengulurkan tangannya untuk mengajak wanita itu berjabat tangan untuk membuang perasaan yang seharusnya tidak muncul itu.
"Izabella. Izabella Zashovna, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan sesama Kepala Situs lainnya," ucap wanita itu dengan ekspresi dan nada yang datar, ia pun menjabat tangannya Bryan setelah menyelesaikan ucapannya. Tangan wanita itu terasa sangat dingin walau telah dilapisi oleh sarung tangan putihnya, dan entah mengapa jabat tangan ini terasa lebih berkesan daripada melakukannya dengan Kepala Situs lainnya. Mungkin karena ini pertama kalinya mereka bertemu? Kalau demikian maka jabat tangan yang singkat itu tentu akan menjadi pengalaman baru bagi mereka berdua.
Bryan pun mulai membahas maksud dari kedatangan perdananya Izabella kemari, sambil kembali ke gestur gagahnya ia pun kembali berkata, "Berdasarkan surat yang saya terima sebelumnya, kedatangan Anda kemari adalah untuk melakukan kunjungan, bukan? Kalau begitu saya akan mengajak Anda berkeliling situs." Kali ini ia tidak ingin merusak pertemuan pertamanya dengan Izabella dan berkomitmen untuk menunjukkan kepada wanita berwajah dingin itu seperti apa Situs Erau yang ia pimpin sekaligus yang ia banggakan.
Tetapi, Izabella kemudian berkata, "Memang benar. Tetapi maaf. Prioritas utama kedatangan saya kemari adalah untuk menemui kolega saya yang sebelumnya pindah kemari."
"Kolega … oh! Peneliti Rizu, ya?" ucap Bryan. Ia tahu bahwa si Rizu itu dahulunya adalah anggotanya Izabella, jadi jika wanita itu datang kemari untuk menemui orang itu maka ini bukan hal yang aneh tentunya.
Tetapi hal ini membuat Bryan merasa sedikit terganggu, ternyata prioritas utama orang-orang ini datang untuk menemui rekan mereka yang telah dipindahkan kemari dan bukan untuk melakukan kunjungan kerja atau kegiatan formal serupa. Tetapi ya sudahlah.
Izabella kemudian melihat ke arah gerbang yang ada di belakangnya Bryan untuk mencari sosok Rizu rekannya itu, "Ya. Seharusnya ia berada di sini menyambutku. Di mana dia?" Ekspresinya Izabella menunjukkan bahwa ia tidak senang dengan ketiadaan orang itu di sini.
Di sisi lain, Bryan menjadi tidak enak karena tidak mengingatkan Rizu lagi soal kedatangan Kepala Situs lamanya pada hari ini. Bryan merasa kesal karena ia sudah memberitahu orang itu sejak beberapa hari yang lalu, dan entah apa yang dipikirkan oleh si Rizu itu sehingga bisa-bisanya ia tidak muncul hari ini. Apa dia lupa?
"Seharusnya ia sedang melakukan suatu kegiatan saat ini … jika tidak salah. Akan kupanggil ia sekarang kalau begitu. Lalu selagi Anda menunggu, bagaimana kalau Anda masuk dahulu ke dalam?" tawar Bryan dengan ramah. Setidaknya ia harus melakukan sesuatu untuk mengatasi ketidakpuasan tamunya itu.
"Baiklah. Seharusnya kedatanganku sudah ia ketahui. Entah ada urusan apa yang membuatnya mengabaikan kedatangan Kepala Situsnya sendiri," ucap Izabella dengan nada yang ditekankan, bahkan suara decikan lidah dapat terdengar dengan samar. Di sisi lain, Bryan menjadi semakin merasa tidak nyaman dengan betapa menuntutnya wanita ini.
Tetapi tunggu, bukankah Bryan adalah Kepala Situsnya Peneliti Rizu saat ini? Sebab saat ini pria itu berkerja untuknya dan bukan kepada wanita tersebut. Apakah wanita ini masih menganggap Peneliti Rizu sebagai bawahannya? Mungkin saja, tetapi Bryan tidak mempermasalahkannya karena mungkin di situs lamanya si Rizu itu lumayan terkenal sehingga tidak heran jika wanita itu masih menganggap Rizu sebagai bagian dari anggotanya.
Izabella melihat ke sekelilingnya untuk menenangkan perasaannya, baginya tempat ini terasa cukup berbeda dari apa yang ia bayangkan sebelum ia tiba kemari. Pemandangan dari pelabuhan kecil yang mengarah ke gerbang masuk—keduanya berada di bawah tanah—ia pikir adalah cara yang cukup pintar untuk menyembunyikan fasilitas ini dari publik. Apalagi lokasi akses masuknya menuntut siapa pun harus menyelam ke dalam danau dari sebuah tambang yang telah lama ditinggalkan. Tetapi, ia merasa kalau situsnya masih lebih baik dalam menyembunyikan keberadaannya dari siapa pun, dan itu membuatnya masih merasa percaya diri dengan situsnya sendiri.
Izabella kemudian memberi kode kepada para pengawalnya untuk meninggalkan dirinya bersama dengan Bryan saja untuk masuk ke dalam, dengan sigap para pengawalnya itu kemudian memberi hormat lalu kembali berjaga di dekat kapal selam yang membawa mereka ke bawah danau. Dengan langkah cepat Izabella langsung mengejar Bryan yang ternyata sudah lebih dulu memasuki gerbang baja yang sedang terbuka—pak tua itu tidak bilang-bilang kalau sudah berjalan masuk lebih dulu. Di baliknya terdapat lorong dengan deretan penjaga serta metode pengamanan rumit demi memastikan tidak ada orang aneh yang masuk lewat gerbang. Lalu dengan sekali menggesekkan kartu pada panel autentikasi mereka berdua akhirnya masuk ke dalam lift yang akan mengirim mereka ke fasilitas yang ada di bawah kaki mereka.
Izabella merasakan sebuah konflik terjadi di dalam pikirannya ketika ia berada di lobi situs ini, itu dikarenakan pemandangannya yang begitu mewah tidak seperti lobi dari situs-situs normal pada umumnya. Baginya tempat ini terlalu mewah untuk sebuah tempat penahanan anomali kelas Aman dan Euclid, bahkan baginya semua ini terlalu bersinar untuk sebuah perkantoran. Ia penasaran bagaimana orang-orang ini bisa membangun sebuah fasilitas seperti ini di bawah tanah mengingat hubungan Yayasan dengan pemerintah lokal tidak sebegitu bersahabat. Ia melihat ke sekitarnya, lantai putih mengkilap dari marmer dengan langit-langit coklat dari kayu berukiran gaya minimalis memberi kesan estetik yang unik untuk tempat yang bukan pusat perkumpulan orang-orang kaya.
Mungkin inilah syok kultur yang disebutkan di dalam laporan yang ia dapatkan sebelumnya, di laporan itu disebutkan bagaimana Peneliti Rizu yang merupakan rekan lamanya sempat mengalami syok ketika pertama kali datang kemari. Situs tempatnya berasal tidak pernah mengutamakan estetika melainkan mementingkan keamanan untuk personel maupun untuk para anomali yang mereka miliki. Ia kemudian menduga bahwa mungkin karena semua anomali yang Erau miliki cenderung tidak semerepotkan itu untuk ditahan, Erau menjadi punya kesempatan untuk menghias diri mereka. Melihat bagaimana ekspresi orang-orang yang berlalu lalang di ruangan yang besar itu membuat Izabella merasa mungkin sebaiknya ia juga harus menghias situsnya demi moral mereka yang tinggal di dalamnya.

Dua orang itu saling bertatapan tanpa sepatah kata pun, bisa terlihat dengan jelas bahwa mereka berdua saling berkonflik satu sama lain. Di sisi lain, Bryan dan Sarah kebingungan dengan apa yang harus mereka berdua lakukan saat ini karena dua orang itu terlihat sengit dalam tatap menatap. Seorang pria dan wanita, saling menatap dengan ekspresi tidak senang satu sama lain, entah mengapa momen seperti ini sangat tidak biasa untuk terjadi di antara mantan atasan bersama mantan bawahannya.
Ruang lobi berukuran kecil yang ada di persimpangan lorong-lorong itu seketika mendapatkan atmosfer yang bercampur aduk ketika mereka berdua duduk berhadap-hadapan. Suasana tegang yang aneh dapat dirasakan, tetapi entah mengapa itu tidak sampai memberi rasa tidak nyaman kepada siapa pun yang melihat mereka berdua. Mungkin mereka berdua sebenarnya lebih dekat dari yang siapa pun ketahui sehingga tidak ada aura saling memusuhi yang dapat dirasakan?
"Apa yang kau lakukan di sini, Bella?"
"Rizu, sudah kubilang kalau aku akan datang kemari."
"Aku tidak tahu akan hal itu, tahu."
"Oh? Sepertinya dirimu terlalu sibuk sampai tidak membaca pesan masuk di komputermu."
Ekspresi Rizu menunjukkan bahwa ia bingung dan tidak tahu akan pesan masuk yang dimaksud Izabella, sepertinya ia memang terlalu sibuk atau ia tidak pernah melihat kotak pesan sehingga pesan itu seolah-olah memang tidak pernah ada. Entahlah, mungkin sebaiknya ia harus memeriksa komputernya setelah ini. Di sisi lain, Bryan merasa kesal karena bisa-bisanya Rizu tidak ingat kalau ia sudah diberitahu soal ini sebelumnya, tetapi ia tidak akan menumpahkan kekesalannya itu saat ini pula.
"Baiklah-baiklah. Aku yang salah kalau begitu," ucap Rizu sambil menggaruk sisi belakang kepalanya, ia memilih untuk mengaku kalau ialah yang salah untuk tidak memperpanjang masalah. "Jadi apa yang kamu lakukan di sini? Mengunjungiku?"
Izabella kemudian mengangguk sebagai konfirmasi bahwa ucapannya Rizu itu benar, "Tidak hanya itu saja, aku ingin mengobrol berdua denganmu serta memberimu hadiah perpisahan yang seharusnya sebelum aku pergi. Kau tahu, sebelumnya aku hanya melemparmu ke sampan itu tanpa memberimu prosesi perpisahan yang benar." Izabella lalu mengalihkan pandangannya karena merasa bersalah telah melakukan hal seperti itu, gestur ini seketika membuat Rizu hendak membalasnya.
"Ah ya, kau pikir menyebrangi lautan dengan sampan itu hal yang lucu? Dan sepertinya si Ratu Es rindu kepada mantan bawahannya, hmm?" ucap Rizu sambil melempar senyum menyindir serta mendekatkan tubuhnya, ini membuat wanita itu menjadi membesarkan matanya lalu mundur sedikit atas provokasi pria itu.
Izabella mengubah ekspresinya menjadi lebih garang dan matanya langsung menatap tajam ke arah Rizu yang telah memprovokasinya, ia langsung menantangnya dengan memajukan tubuhnya ke depan pula. "Kau-! Ah. Kau beruntung bahwa kita bukan lagi di Akagi jadi aku tidak punya kuasa penuh di sini. Tetapi kau benar, aku merasa bersalah telah menjahilimu dan akhirnya menjadi rindu padamu."
Rizu kemudian mengangkat kedua tangannya dengan penuh rasa ketidakpercayaan, ia sangat tahu seperti apa sifat Izabella itu, "Heh. Yang benar saja kau rindu padaku."
"Ya. Aku rindu untuk melemparmu ke dalam ruang berisi anomali bahaya-nalar lagi," balas Izabella sambil menyeringai.
"Kan." Tebakannya Rizu benar, wanita ini hanya merindukan momen di mana ia bisa melakukan banyak hal yang aneh kepada si pria peneliti ini.
Kedua orang ini ternyata benar-benar lebih dekat dari yang siapa pun duga, mereka bahkan saling melempar tawa kecil setelah bertengkar seperti tadi. Sebenarnya sedekat apa mereka berdua?
"Sepertinya kalian berdua benar-benar dekat," ucap Sarah yang akhirnya menggabungkan dirinya ke dalam interaksi Rizu dan Izabella yang terjadi di hadapannya.
Rizu kemudian menghadap ke arah Sarah dan Bryan yang ada di hadapannya, sambil mengubah postur duduknya ke gaya yang lebih formal ia mulai berkata, "Ya gimana ya. Kami sebenarnya sudah mengenal cukup lama."
Izabella yang ada di sebelahnya pun mengangguk, "Benar. Sangat lama hingga kami menjadi tidak bisa terpisahkan."
"Diucapkan olehnya yang membuang pegawainya hanya untuk memenuhi rasa penasarannya saja," lanjut Rizu dengan niat menantang wanita itu sekali lagi.
Mengabaikan tantangannya Rizu itu, Izabella kemudian melanjutkan ucapannya, "Rizu hanya mengirim pesan-pesan saja kepadaku setiap bulannya dan aku masih tidak terbiasa dengan kondisi itu. Biasanya ia akan melapor langsung ke hadapanku sehingga kondisi tanpa dirinya ini memang baru untukku. Tetapi, aku tidak akan mengeluh karena kami berdua memang harus belajar dengan suasana baru yaitu ketiadaan satu dan lainnya."
Izabella benar, mereka sudah kenal sangat lama sehingga membuat mereka sangat dekat, lalu akhirnya Izabella memutuskan untuk berpisah supaya mereka dapat mempelajari hal baru dalam hidup mereka. Namun, Izabella malah berakhir merindukan rekannya itu lalu jauh-jauh datang ke Erau untuk menemuinya. Di sisi lain, Rizu justru sudah beradaptasi dengan baik di sini tidak seperti Izabella. Bisa dibilang kalau Izabella gagal dalam melaksanakan keputusannya sendiri.
"Ini baru satu tahun, Bella. Aku tahu kau selalu menggangguku di Akagi, tetapi ayolah! Kau tidak perlu repot-repot datang kemari juga tahu!" Rizu melipat kedua lengannya pada dadanya, ia terlihat kesal dengan bagaimana sikap Izabella yang rela pergi dari situs lamanya menuju kemari hanya untuk menemuinya. Kesannya seperti Izabella tidak mampu menjalankan keputusannya sendiri—jika ia tidak mampu berpisah dengan sahabatnya itu, kenapa ia malah memerintahkan Rizu untuk pindah situs? Di sisi lain, Izabella tidak mengatakan apa pun dan hanya menampilkan ekspresi datar miliknya yang khas saja.
"Um Rizu, kurasa tidak ada masalah jika ia datang kemari untuk menemuimu, bukan?" tanya Sarah kepada Rizu, ia merasa aneh dengan sikap Rizu yang malah ingin menolak kedatangan Izabella ke Erau. "Maksudku, dikunjungi oleh rekan lama seharusnya bukan hal yang aneh, bukan?"
Rizu kemudian melepas nafas berat karena apa yang dikatakan Sarah sebenarnya tidak salah. Ia kemudian kembali menatap ke arah Izabella setelah pikirannya cukup tenang, "Baiklah, Bella. Ayo ngobrol berdua di ruanganku seperti yang kamu inginkan. Akhir-akhir ini aku sedang dalam jadwal kerja yang padat jadi maaf kalau aku terkesan tidak peduli serta emosian padamu."
Izabella secara mengejutkan mengeluarkan senyum tulus dari wajahnya yang selalu terlihat datar itu, pandangannya secara perlahan menurun ke arah kedua lengan Rizu yang terlipat pada dadanya. "Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dengan amarahmu itu, dan seperti biasa pula, aku akan selalu mendengarkan semua keluhanmu. Jadi, limpahkan saja semua kepadaku," ucapnya sambil meletakkan telapak tangannya pada dadanya. Gesturnya yang siap menjadi pendengar itu membuat Rizu kemudian melembutkan pandangannya.
"Kalau begitu akan kita lakukan dengan cepat karena aku ada jadwal hari ini dan esok … dan esoknya lagi … dan esoknya lagi. Yah bisa dibilang minggu ini jadwal kerjaku sangat padat sekali karena ada banyak hal yang harus ku lakukan," ucap Rizu sambil menaikkan kedua bahunya sebagai tanda ia tidak bisa berbuat apa pun akan hal itu, Izabella langsung mengangguk karena ia paham akan situasi itu.
"Ah jadwalmu direlokasi saja, bagaimana? Jadi hari ini kamu bisa menghabiskan waktu yang banyak dengan Nona Izabella," tawar Bryan kepada Rizu secara tiba-tiba, anehnya pak tua itu seperti sedang kesakitan pada kakinya entah apa penyebabnya. Di sisi lain, Sarah membentuk senyuman pada wajahnya, mungkin ada sesuatu yang terjadi di antara mereka sebelumnya.
Bagi Rizu kebetulan sekali pak tua yang merepotkan ini memberinya hari libur begitu saja, bahkan akhir-akhir ini beban kerjanya semakin meningkat sehingga tidak heran kalau ia tidak ingat soal kedatangan Izabella. Tentu saja tanpa basa-basi Rizu langsung menerima tawaran itu demi bisa mendapatkan hari libur secara percuma. Dengan cepat Rizu menarik lengan seragam Izabella ke arah lorong yang menuju ke ruangannya setelah berpamitan kepada Bryan dan Sarah.
Namun, apa yang dilakukan Rizu kepada Izabella itu membuat Bryan dan Sarah menjadi penasaran akan hubungan apa di antara kedua orang itu. "Ini perasaanku saja atau mereka itu seperti sepasang suami istri saja?" celetuk Bryan.
Sarah melempar ekspresi bingung karena bisa-bisanya atasannya itu bercanda akan hal ini, tetapi yang dikatakan Bryan juga tidak salah karena kedekatan mereka itu lebih dari sekedar atasan dan bawahan saja. "Aku tidak yakin. Di berkas biodatanya Rizu disebutkan kalau ia belum menikah."
"Yah terserahlah. Bagaimana kalau kita siapkan sesuatu sebagai oleh-oleh buat Nona Izabella saja?" ucap Bryan setelahnya. Ia mengubah topik pembicaraan karena ia tahu bukan urusan mereka untuk mengurus hubungan orang lain, lagipula, pemandangan yang ia saksikan itu mengingatkannya akan tingkah laku mesra dari beberapa personel di situs yang ia pimpin.
Di sisi lain, Sarah menyetujui usulan atasannya tersebut, "Boleh juga. Bagaimana kalau gantungan kunci Erau yang biasanya saja sebagai oleh-oleh?"
Bryan langsung terkekeh ketika teringat akan gantungan kunci yang biasa mereka berikan kepada para perwakilan situs lain yang datang ke situs mereka, "Ah ya, gantungan kunci 'I Love Site Erau' memang tidak pernah tergantikan." Kedua orang itu kemudian pergi ke lorong lainnya dengan rencana mereka.
Di tengah perjalanan mereka, Bryan tiba-tiba kepikiran akan sesuatu lagi. "Tetapi sungguh, orang militer memimpin sebuah situs?" ucap Bryan yang kini merasa ganjil dengan posisinya Izabella. Biasanya seorang Kepala Situs adalah seorang ahli dalam manajemen organisasi yang bergerak dalam bidang keilmuan, kasus Izabella adalah hal baru baginya dan ia menjadi penasaran mengapa hal seperti itu bisa terjadi.
Langkah kaki Sarah kemudian terhenti sebentar dan diikuti juga oleh Bryan, dengan menaruh jarinya pada dagunya ia mencoba untuk mengingat sesuatu. "Benar juga. Situs-29, dikenal juga dengan Kastil Merah atau 'Akagi'—dalam bahasa Jepang. Tidak banyak informasi tentang mereka yang kita ketahui, tapi kabarnya mereka itu sebuah benteng penjara di tengah laut yang entah di mana lokasinya. Suatu hal yang mengejutkan ketika kita menerima salah satu anggota mereka serta menemui pemimpin mereka secara langsung … situs yang misterius menurutku," ucap Sarah.
Ia benar, kedatangan Rizu awalnya tidak diduga, apalagi tibanya Izabella pada hari ini. Ia merasa bahwa Erau telah beruntung karena didatangi oleh orang-orang dari situs lain yang tidak pernah terdengar sebelumnya—dan ini membuatnya merasa senang. Bryan tidak mengatakan apa pun dan hanya terus melangkah menelusuri lorong saja. Entah apa yang orang-orang dari Akagi itu akan bicarakan, yang pasti ia berpikir bahwa impresi yang baik telah ia berikan sejak awal sehingga tidak ada yang perlu untuk dikhawatirkan. Ia juga sependapat soal betapa misteriusnya situs yang satu itu, mungkin mereka baru dibangun? Entahlah, yang pasti ini adalah kesempatan yang bagus untuk menjalin kerja sama yang semakin kuat dengan mereka.




