"Jadi, menurutmu ini ide bagus?" ucap seorang wanita yang ada di sebuah layar komputer, tetapi ia itu sebuah mesin dan bukan manusia sungguhan. Di sisi lain, seorang pria tua terlihat sibuk dengan komputer lain yang ada di sebelah si wanita mesin, seluruh jari jemarinya terus mengetik sesuatu di papan ketik dan pandangannya sangat fokus ke layar.
Ruangan yang gelap itu hanya berisi bunyi ketikan dari si pria tua dan bunyi getaran dari kipas angin yang sudah longgar baut-bautnya. Tempat yang sangat sempit akibat tumpukan furnitur-furnitur rusak di sekitar mereka berdua ini malah lebih mirip sebuah tempat persembunyian daripada sebuah kantor yang normal. Tetapi, si pria tua itu tidak merasa ada masalah dengan keadaan yang sesak seperti ini walau hanya ditemani oleh sebuah sosok digital di layar komputer keduanya saja, dan ini bisa terlihat dari bagaimana ia terus melanjutkan pekerjaannya dengan seksama.
"Ah maaf, diriku sedang sibuk saat ini," balas si pria tua tersebut tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari layar tempat ia sedang berkerja. Akhirnya ia membalas walau terasa sudah agak lama pertanyaan itu dilontarkan.
"Baik … aku hanya merasa ragu dengan idemu saja, Tuan-ku, Sang Kontraktor. Melepaskan mesin Neramia ke publik terdengar lebih buruk daripada menyimpannya di dalam tanah menurutku—sebab banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi," lanjut si wanita mesin dengan nada tidak puas. Ia bahkan memberi ikon tetesan air di layar sebagai lambang dari keringat yang bermaksud keraguan.
Tetapi, pria tua yang dipanggil Sang Kontraktor itu tidak merespons perkataan si wanita mesin. Lalu tidak lama kemudian ia tiba-tiba meregangkan tubuhnya yang membuat terdengarnya beberapa bunyi berdetak yang lembut dari dalam tubuhnya ketika ia melakukannya, "Akhirnya, selesai juga. Semoga saja ada yang membelinya."
Si wanita mesin mencoba memeriksa apa yang sudah dilakukan Sang Kontraktor sedari tadi dan mendapati bahwa pria tua itu benar-benar menjual sebuah mesin Neramia ke publik lewat situs jual beli daring. Tetapi, apa yang membuatnya merasa aneh terletak pada harganya yang sangat murah dari yang ia perkirakan, "Aku bisa mengerti bahwa kita menggunakan nama Anderson sebagai penyamaran kita ketika menjualnya—memang kesepakatan yang mengejutkan sih. Tetapi, apa yang tidak kumengerti adalah harganya yang tidak masuk akal murahnya. Kita membeli Neramia itu dengan harga sangat mahal loh."
"Tenang saja, Nuxu. Uang sudah tidak ada artinya lagi di kondisi sulit seperti saat ini. Jika kita berhasil membuat Neramia itu menghilang di antara jutaan orang di negeri ini, maka sudah jelas masa depan kita akan terjamin," ucap Sang Kontraktor dengan nada agak pelan, perasaannya berkecamuk akibat posisinya yang sedang diburu oleh orang-orang yang membencinya.
Wanita mesin di layar bernama Nuxu itu kemudian bertanya lagi, "Tetapi, kenapa harus menyembunyikan Neramia itu ke publik dan bukan ke suatu tempat?"
Pertanyaan dari Nuxu membuat Sang Kontraktor tertawa pelan, ia kemudian memutar kursinya untuk menghadap ke arah Nuxu yang ada di sebelahnya, "Sederhana. Jika Ordo Luminaria yang meresahkan itu mengincar Neramia yang kita sembunyikan ke publik, maka mereka akan terekspos ke media dengan mudah jika mereka melakukan pergerakan di publik. Seharusnya dirimu tahu sudah seperti apa canggihnya internet di masa sekarang, bukan? Apalagi pihak Maxwell pastinya akan melakukan sesuatu jika Ordo Luminaria masuk ke dalam pantauan mereka."
Nuxu memberi ikon tanda seru di layar, ia tertegun dengan rencana Sang Kontraktor yang ternyata cukup menarik baginya, "Maxwell ya … ah ya, diriku sudah menghubungi mereka sesuai dengan yang Anda minta. Mereka akan memantau pergerakan Ordo itu sekaligus mengekspos mereka ke publik jika Ordo itu mengincar seseorang yang tidak bersalah, dan Maxwell melakukan ini karena Anda sudah membantu mereka dengan program Neramia milik Anda. Begitu rencana Anda, kan?"
Sang Kontraktor kemudian mengangkat kedua bahunya sambil melempar senyum kepada Nuxu, "Meminta sebuah pembalasan budi, bukan? Dan dirimu terlahir dari Neramia juga. Jadi aku harus melakukan sesuatu untuk melindungi si Neramia terakhir, bukan?"
Nuxu memberi ikon centang di layar sebagai tanda ia setuju, tetapi kemudian ia bersuara dengan nada yang agak kesal, "Yah … melihat ada Neramia yang dijual dengan harga murah ke publik membuatku merasa tidak nyaman tahu …."
Sang Kontraktor kemudian melepas nafas berat, "Maaf soal itu, tetapi apa yang bisa kita lakukan? Ordo Luminaria sangat gencar dalam memusnahkan semua proyekku tahu! Parahnya lagi, mereka secara aktif memburu para Neramia milikku satu per satu. Karena itulah aku akan mengamankan Neramia terakhir dengan cara apa pun!"
Nuxu tidak mengatakan apa pun setelah mendengar hal itu, bahkan tidak ada perubahan pada ikon yang ia tampilkan di layar. Sang Kontraktor kemudian melanjutkan ucapannya, "Selain itu, Nuxu. Sebaiknya dirimu juga bersiap-siap karena bisa saja dirimu diincar oleh mereka—karena dirimu juga produk hasil penggunaan Neramia."
Nuxu memberi ikon telunjuk di layar yang mengarah ke Sang Kontraktor, "Anda juga. Karena Anda pemilik semua Neramia sekaligus berbagai hal yang telah dihasilkan oleh Neramia."
Sang Kontraktor menyandarkan dirinya ke kursinya, pandangannya yang sayu kemudian mengarah ke langit-langit yang kelabu karena ia sudah tahu bagaimana nasibnya jika tertangkap nanti. "Aku tahu bahwa mereka pasti akan mengincar kepalaku lalu akan menjadikannya sebagai sebuah tampilan dari seorang pengkhianat. Tetapi ayolah! Seharusnya mereka tidak menolak rencana kita karena apa yang kulakukan sendiri sudah disetujui oleh Yang Mulia Bapa Bumaro sendiri!"
Bukan hanya dieksekusi, melainkan juga akan dijadikan contoh. Sang Kontraktor sudah tahu seperti apa praktik yang terjadi di dalam Gereja tempat ia bernaung selama ini. Nuxu adalah salah satu kecerdasan buatan karya Sang Kontraktor dengan menggunakan Neramia, anehnya malah ada orang-orang yang menolak keberadaan Nuxu walau pada waktu itu hanya sekedar tidak suka saja. Tetapi, kini semua sudah berubah semenjak Sang Kontraktor menggunakan Neramia sebagai sebuah cara dalam membangkitkan kembali Sang Mekhan—bahkan disetujui oleh pimpinan tertinggi Gereja, orang-orang itu secara serentak membentuk tim khusus untuk menghentikan Sang Kontraktor dan semua proyeknya.
Nuxu akhirnya menyampaikan isi pikirannya karena ia juga sudah muak dengan kondisi ini, "Mereka hanya tidak suka ketika ada orang lain yang mampu menggapai apa yang tidak mampu mereka gapai. Mereka itu iri dan dengki kepada Anda yang mampu membuat pencapaian besar! Para Neramia milik Anda memang hebat, mereka itu mampu membangkitkan kembali Sang Mekhan, sesuatu yang para orang-orang kolot itu tidak mampu mereka raih. Yang membuatku kesal adalah ketika mereka menyatakan Anda sebagai seorang pengkhianat karena mencoba membangkitkan kembali Mekhan dari sesuatu yang bukan bagian tubuh asli-Nya. Oh yang benar saja, bagian tubuh-Nya yang asli kebanyakan tersebar entah di mana sedangkan sisanya ditahan oleh pihak lain. Jika ada yang jalan yang mudah dalam membangkitkan kembali Sang Mekhan, kenapa mereka malah ingin mengambil jalan yang sulit?!"
Sang Kontraktor kemudian mengambil segelas kopi yang ada di meja, "Haha. Orang-orang kolot." Ia merasa puas setelah mendengar keluhan Nuxu karena kurang lebih isinya sama dengan apa yang ada di dalam pikirannya, ia pun tertawa setelahnya.
Memahami perilaku pak tua itu dengan gelasnya, Nuxu kemudian turut tertawa sambil menampilkan ikon gelas kopi. Entah bagaimana tampaknya mengikuti tawa Sang Kontraktor membuat perasaan digitalnya Nuxu menjadi lebih baik kali ini. Tawa mereka begitu lepas seolah-olah mereka sudah kehilangan akal mereka, tetapi tawa itu terhenti ketika sebuah bunyi peringatan muncul dari komputernya Sang Kontraktor.
DING!
Sang Kontraktor langsung memeriksa komputernya tentang apa yang baru saja terjadi dan menemukan sesuatu yang menarik, "Oh? Wah. Lihat ini, Nuxu."
"Bagus sekali. Seseorang membeli Neramia terakhirmu. Lebih cepat dari yang kuduga …."
Sebuah senyum kemudian terbentuk di wajah Sang Kontraktor yang sudah keriput itu, jari jemarinya yang kering kemudian meraih kembali tetikus berserta papan ketiknya. "Nuxu, kamu akan menjadi penerima e-mail, oke?"
Nuxu kemudian memberi ikon jempol di layar, "Baik, Tuan-ku!"




